Dunia Sedang Bergerak Cepat Menuju Kehancuran Akibat Telah Melupakan Tuhan. Perang Dunia 3 Yang Sangat Menghancurkan Akan Meletus Jika Dunia Terus Tenggelam Dalam Kecintaan Dunianya Saat Ini. Jadilah Kawan Peringat Kehancuran (KPK) Untuk Ingatkan Masyarakat Tentang Bencana-Bencana ekonomi-politik-sosial-dan-alam Yang Menghancurkan Dalam 1 Abad Mendatang Sebagai Akibat Manusia Terlibat Dalam Kesenangan-Kesenangan Yang Menipu.


اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, mencari perhiasan, saling bermegah-megah antara kamu dan berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak. Keadaan tersebut seperti hujan yang turun lalu airnya menyuburkan tanah dan menumbuhkan tanaman. Tanaman-tanamannya mengagumkan para petani; namun akhirnya pun kemudian tanaman itu menjadi kering dan setelah itu kamu lihat warnanya kuning dan menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) bagi orang-orang duniawi terdapat azab yang keras sedangkan bagi sebagian orang lagi terdapat maghfirat (ampunan) dari Allah dan ridha-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Surah al-Hadid, 57:21)

Portal ini membuka suatu bidang kajian dan penelitian baru. Fenomena kehancuran sudah ada bersama kita sejak permulaan peradaban, setua fenomena ‘pembangunan’ atau ‘pengembangan’ (development). Tetapi, sementara pembangunan selalu merupakan pemikiran-pemikiran dan usaha-usaha terencana manusia untuk menciptakan perubahan-perubahan yang diinginkan mulai pada tingkat individu sampai masyarakat dunia, kehancuran selalu terjadi secara tak diinginkan—dan karena itu, selalu tak terduga—yang mungkin menjadi kita pandang sebagai ‘pengerem’ laju pembangunan atau perkembangan. Bahkan suatu kehancuran tertentu nyaris meniadakan hasil-hasil dari puluhan tahun pembangunan sehingga kita harus memulai lagi usaha-usaha pembangunan nyaris dari titik nol.

Boleh dikatakan kita ada untuk membangun dan demi pembangunan. Inilah fitrat kita. Sebagai individu kita merasakan kebutuhan alami untuk membangun kondisi-kondisi pribadi menjadi lebih baik. Ilmu-ilmu dan pengetahuan yang kita peroleh dari belasan tahun pendidikan formal intinya membekali kita untuk pembangunan. Lalu kita belajar ilmu pembangunan dan ekonomi pembangunan di perguruan tinggi agar mampu mengelola dan membiayai usaha-usaha pembangunan masyarakat. Kita membangun infrastruktur; kita bahkan membangun karakter, akhlak, dan kerohanian.

Namun, sejarah kemanusiaan ternyata tidak hanya berisi kisah-kisah pembangunan. Di sela-selanya muncul kisah-kisah kehancuran yang tidak pernah diinginkan apalagi direncanakan siapa pun. Kisah-kisah kehancuran yang mengurangi, bahkan kadang membatalkan, capaian-capaian pembangunan. Jadi, tidak seperti yang mungkin dipikirkan banyak orang, saya mengatakan bahwa pasti ada hubungan erat antara pembangunan dan kehancuran. Bahkan, hubungan itu adalah hubungan kausal (sebab-akibat). Teori saya adalah…

Di mana tidak ada atau kurang ada rencana-rencana dan usaha-usaha pembangunan, akan terjadi kehancuran; sebaliknya, di mana berlangsung pembangunan tetapi yang salah arah/tujuan, atau pembangunan berlangsung dengan tujuan yang benar tapi dijalankan/dikelola secara salah, kehancuran juga terjadi.


Sebab selalu berada di pihak manusia, dan akibat selalu berasal dari pihak Tuhan. Pembangunan tertentu sebagai sebab berada dalam kuasa manusia, sedangkan kehancuran tertentu sebagai akibat berada dalam kuasa Tuhan. Jadi, rencana-rencana dan usaha-usaha pembangunan harus selalu melibatkan kerjasama manusia dan Tuhan.

Tidaklah mungkin untuk berpikir bahwa tidak ada pola tetap atau sains yang mengatur hubungan antara pembangunan dan kehancuran, bahwa kisah-kisah kehancuran hanya bersifat acak dan insidentil tanpa kaitan sama sekali dengan pembangunan, seperti yang kita mungkin suka pikirkan. Oleh karena itu, sebagaimana kita telah mengerahkan energi fisik maupun psikis kita untuk pembangunan, sudah saatnya kita mengerahkan energi fisik maupun psikis yang sebanding untuk mengenali pola-pola kehancuran agar bisa mengurangi atau mencegah kejadiannya.

Bila kita tidak belajar memahami pola-pola ini, kita tentu akan mengulang sejarah generasi-generasi dan kaum-kaum sebelumnya yang menderita beraneka macam kehancuran di sela-sela menikmati buah-buah pembangunan. Bagi kaum yang tidak mau belajar, berbagai bentuk kehancuran itu bisa semuanya merupakan hukuman atau azab. Namun, bagi kaum yang sedang berusaha memahami mengapa kehancuran itu terjadi dengan maksud untuk bisa mengurangi atau mencegahnya, atau jauh lebih maju lagi, bagi kaum yang sedang berusaha mengenali Tuhan yang sejati dan menyesuaikan semua perilaku mereka dengan kehendak-kehendak Tuhan, kehancuran berguna sebagai peringatan yang sudah seharusnya terpasang pada sistem maju dan kompleks apa pun yang melibatkan proses-proses perubahan.

Dengan alasan inilah portal ini saya bangun dan persembahkan untuk studi kehancuran serta ekonomi kehancuran. Sejalan dengan teori saya bahwa ada hubungan sebab-akibat antara pembangunan dan kehancuran, apabila ada studi pembangunan dan ekonomi pembangunan, seharusnya juga ada studi kehancuran dan ekonomi kehancuran. Kelengkapan dan kesempurnaan isi portal akan merupakan suatu proses panjang tanpa-akhir yang dijalani secara kolektif oleh orang-orang yang berminat yang telah menemukan kelayakan dari pemikiran-pemikiran di sini dan ingin memberi sumbangsih dari kumpulan pengalaman dan sudut pandang mereka sendiri. Dengan senang hati saya menyambut Anda menjadi bagian dari portal ini.

Klik Sampul Buku di Bawah Untuk Mengunduh Kehancuran Mendatang



Klik untuk bergabung gratis



Newsfeed