Buku Pegangan Kecurangan, Penipuan & Kelicikan from Hendy Kusmarian's blog

Buku Pegangan Kecurangan, Penipuan & Kelicikan: Kegagalan Etika dalam Kepemimpinan


Diedit oleh

Serge Matulich , Ph.D., CPA
David M. Currie, Ph.D.
© 2009 oleh Taylor & Francis Group, LLC
 
Isi
 
Pendahuluan
Bagian I Kelangsungan dari Kaum Terlayak dan Tercerdik
1 Sifat Kejujuran: Menjelajahi Contoh-Contoh Kebohongan Sastra di Amerika
2 Penyesuaian Harga di bawah Meja


Bagian II Individu-Individu Serakah

3 Charles Ponzi
4 Bocah Kota-Pertanian ke Buronan Internasional
5 Oscar Hartzell dan Harta Sir Francis Drake
6 Contoh Nyata Penipuan di Distrik Sekolah Independen Fort Worth
7 Rumah Kentucky-ku yang Terjual: Kasus Pembangun Rumah Erpenbeck
8 ZZZZ Best: Membawa Investor ke Pencuci
9 Para Penipu Kota Berbagi Penipuan Harga

10 Martin Frankel 101


Bagian III Penipuan Ilmiah  

11 Eksperimen Manusia yang Melibatkan Radiasi, Sifilis, dan Penyakit Kudis
12 Memoles Data: Kegagalan Etika dalam Penelitian Medis
13 Dari Penipuan ke Holocaust: Protokol Penatua Sion


Bagian IV Perilaku Licin

14 Skandal Minyak Penerbangan China
15 Skandal Eksplorasi Minyak dan Gas SH
16 Skandal Minyak Goreng Spanyol: Sindrom Minyak Beracun atau Penutupan?


Bagian V Penipuan di Dunia Perusahaan

17 Adelphia Communications: Perusahaan Publik Yang Menjadi Celengan Pribadi: Kasus Penipuan dalam Perusahaan Keluarga Rigas
18 Taruhan Tinggi dan Energi Tinggi di Enron: Kebangkitan dan Keruntuhan "E Bengkok"
19 Kisah Tertutup Skandal Parmalat: Kepemimpinan Keluarga Jadi Melenceng dalam Grup Multinational
20 Royal Ahold: Kegagalan Kepemimpinan dan Akuntansi "Bak Mandi Besar"


Bagian VI Para Pengawas Tertangkap Tidur

21 Kejatuhan Satu Raksasa: Kasus Arthur Andersen & Co
22 Kejatuhan San Diego
23 United Airlines: Dana Pensiun, Laba, dan Etika


Bagian VII Perkembangan Tidak Sehat  

24 “Keluarga” HealthSouth
25 Richard Scrushy: Kebangkitan dan Kejatuhan "Raja Perawatan Kesehatan”
26 Jangan Lihat Keburukan; Jangan Dengar Keburukan; Jangan Bicara Keburukan: Tanggung Jawab Moral Ernst & Young atas Kecurangan HealthSouth

Pengantar

Penipuan dan kecurangan menjadi alur yang menarik dalam film-film, buku-buku, dan acara-acara TV. Laporan-laporan tentangnya menjual koran-koran dan menarik pemirsa ke siaran-siaran berita televisi. Seringkali, fokus dari cerita-cerita ini adalah nilai dolar dari penipuannya dan gaya hidup mewah dari si pelaku. Namun, upaya untuk menyampaikan kehancurannya bagi orang-orang, bisnis-bisnis, dan organisasi-organisasi yang terdampak oleh pengkhianatan dari akal bulus seseorang sering kurang.

Sulit untuk menggambarkan kehancuran yang dialami oleh sebuah bisnis atau organisasi dan para karyawannya, serta oleh orang-orang yang kerja seumur hidup dan rencana masa depannya hilang melalui kelicikan seorang penipu. Kerugian-kerugian ini tidak hanya materi tetapi juga psikologis dan emosional yang dalam, yang meninggalkan jiwa-jiwa dalam kehancuran. Organisasi-organisasi yang terlibat dalam penipuan, baik sebagai korban atau pelaku, sering hancur melebihi titik bisa diselamatkan.

Bab-bab dari buku Matulich dan Currie ini mengungkap kisah-kisah menarik yang memerinci pikiran licik yang menerapkan apa yang hanya dapat kita anggap sebagai keterampilan dan kelicikan untuk mengecoh orang lain. Para editor telah melibatkan banyak penulis untuk berbagi kisah para pemimpin dan pengikut yang memilih untuk ikut dalam berbagai penipuan dan kecurangan. Kisah-kisahnya memikat. Saya mendorong Anda sebagai pembaca untuk menemukan benang merah yang menghubungkan kisah-kisah ini untuk melihat bagaimana penipuan penipuan dan kecurangan-kecurangan diulang-ulang dengan samaran baru.

Para penipu sering menampilkan ciri-ciri khas yang lazim dikaitkan dengan pemimpin yang baik. Ini mencakup menetapkan visi, mengomunikasikannya dengan jelas, serta memotivasi dan mengembangkan orang-orang lain untuk mau mengikuti orang yang memimpin. Tetapi bagaimana jika ada visi yang jelas, tetapi tidak memiliki prinsip-prinsip etika? Apa yang terjadi jika motivasinya adalah pengembangan-diri atau salah arah dan mengabaikan nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip etika? Tanpa etika—yang umumnya disebut sebagai mengamalkan sistem nilai-nilai moral berdasarkan prinsip-prinsip perilaku yang baik dan benar—kepemimpinan itu kosong. Ketika pemimpin tampaknya memiliki keterampilan yang diperlukan tetapi bekerja tanpa landasan etika, hasilnya cenderung menciptakan kekacauan dan kehancuran.

Sebagian akademisi mungkin berdebat apakah kepemimpinan dan etika bisa diajarkan. Yang lain percaya bahwa kepemimpinan dan prinsip-prinsip etika tidak hanya harus dikembangkan sepanjang proses pendidikan, tetapi juga dibahas dalam semua lembaga penting dalam masyarakat kita. Ini harus diajarkan berdampingan, karena hanya melalui pendekatan bermitra ini masyarakat dapat berharap untuk mengembangkan para pemimpin yang melakukan hal-hal yang benar demi alasan-alasan yang benar dan para pengikut yang mempertanyakan kepemimpinan tanpa prinsip-prinsip etika.

Susan A. Bach
Direktur Eksekutif, Pusat Pengembangan Kepemimpinan
Fakultas Pascasarjana Bisnis Roy E. Crummer


Unduh GRATIS The Handbook of Frauds (3,5 Mb)


Share:
Previous post     
     Next post
     Blog home

The Wall

No comments
You need to sign in to comment

Post

By Hendy Kusmarian
Added Jan 26

Tags

Rate

Your rate:
Total: (0 rates)

Archives