Selayang Pandang Industri Filem | Forum

Hendy Kusmarian
Hendy Kusmarian Nov 23 '17
Industri perfilman terdiri dari lembaga-lembaga teknologi dan komersial dari pembuatan film, yaitu perusahaan produksi film, studio film, sinematografi, penulisan naskah, pra-produksi, pascaproduksi, festival film, distribusi, serta para aktor, sutradara film dan personil kru film lainnya.

Kemajuan dalam peralatan pembuatan film yang terjangkau, dan perluasan peluang untuk memperoleh modal investasi dari luar industri film sendiri telah memungkinkan produksi film independen berkembang. Hollywood adalah industri film tertua di dunia dan yang terbesar dalam hal pendapatan loket dan jumlah layar.

Pembuatan dan penayangan filem menjadi sebuah sumber keuntungan hampir sesegera prosesnya ditemukan. Setelah melihat betapa sukses penemuan baru mereka dan produknya di negara asal mereka Prancis, keluarga Lumières dengan cepat mulai berkeliling Eropa untuk memamerkan film-film pertama secara pribadi kepada keluarga kerajaan dan secara umum kepada khalayak. Di setiap negara, mereka biasanya akan menambahkan adegan-adegan lokal baru ke katalog mereka dan, dengan cukup cepat, menemukan pengusaha lokal di berbagai negara Eropa untuk membeli peralatan mereka. Oberammergau Passion Play tahun 1898 adalah film komersial pertama yang pernah diproduksi. Film-film lain segera menyusul, dan film menjadi sebuah industri tersendiri yang membayangi dunia vaudeville.

Bioskop dan perusahaan khusus dibentuk khusus untuk memproduksi dan mendistribusikan film-film, sementara para aktor film menjadi pesohor besar dan menerima honor besar untuk penampilan mereka. Pada tahun 1917 Charlie Chaplin memiliki kontrak yang meminta gaji tahunan satu juta dollar. Dari tahun 1931 sampai 1956, film juga merupakan satu-satunya sistem penyimpanan dan pemutaran gambar untuk program televisi sampai diperkenalkannya perekam video.

Di Amerika Serikat, banyak dari industri film terpusat di sekitar Hollywood, California. Pusat-pusat regional lainnya ada di banyak bagian dunia, seperti Bollywood yang berpusat di Mumbai, yaitu industri film India yang memproduksi jumlah film terbanyak di dunia. Meskipun biaya yang terlibat dalam pembuatan film telah menyebabkan produksi film dipusatkan di bawah naungan studio-studio film, kemajuan terbaru dalam peralatan pembuatan film yang terjangkau telah memungkinkan produksi film independen berkembang.

Keuntungan adalah kekuatan utama di industri ini, karena sifat pembuatan film yang mahal dan berisiko. Banyak film Barat berbiaya besar. Namun banyak pembuat film berusaha menciptakan karya-karya bermakna sosial abadi. Academy Awards (juga dikenal sebagai "Oscars") adalah penghargaan film paling menonjol di Amerika Serikat, yang memberikan pengakuan setiap tahun kepada film-film, berdasarkan kelebihan artistik mereka. Ada juga industri besar untuk film-film pendidikan dan pengajaran yang dibuat sebagai pengganti atau tambahan terhadap ceramah dan buku ajar. Pendapatan dalam industri ini kadang bergejolak karena ketergantungan pada film-film blockbuster (laris) yang dirilis di bioskop. Munculnya hiburan rumah alternatif telah menimbulkan pertanyaan tentang masa depan industri perfilman, dan lapangan kerja Hollywood telah menjadi kurang dapat diandalkan, terutama untuk film dengan anggaran menengah dan rendah.

Saat ini, pasar terbesar menurut pendapatan loket adalah Amerika Serikat, Cina, Inggris, Jepang dan India. Dan negara dengan jumlah produksi film terbanyak adalah India, Nigeria, dan Amerika Serikat. Pusat lainnya mencakup Hong Kong dan di Eropa Inggris, Prancis, Italia, Spanyol, dan Jerman adalah negara-negara yang memimpin produksi film. Pasar teater di seluruh dunia memiliki pendapatan loket US$38,3 miliar pada 2015. Tiga benua/wilayah teratas menurut pendapatan loket adalah: Asia-Pasifik dengan US$14,1 miliar, Amerika Utara dengan US$11,1 miliar serta Eropa, Timur Tengah dan Afrika Utara dengan US$9,7 miliar.

Share: